Polres Pamekasan – Sebanyak 296 personil gabungan dari lima instansi berbeda di kabupaten Pamekasan, disiapkan dalam rangka pengamanan Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI, Periode 2019-2024, Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin, Minggu (20/10/2019) mendatang.
Dari lima instansi berbeda yang disiapkan dalam Operasi Mantab Brata Semeru 2019, yakni sebanyak 100 personil Polres Pamekasan dan 110 personil Dalmas Polsek Jajaran, 40 personil Kodim 0826 Pamekasan, 20 personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP), serta 20 personil Dinas Perhubungan (Dishub) Pamekasan.
Kegiatan apel yang digelar di halaman Mapolres Pamekasan, Jl Stadion 81, Jum’at (18/10/2019). Dihadiri langsung Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e, Dandim 0826 Pamekasan, Letkol Inf M Effendi, Plt Kepala Satpol-PP Pamekasan hingga pihak KPU dan Bawaslu Pamekasan.
“Kontestasi Pemilu 2019 sudah memasuki tahap akhir, yakni pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Periode 2019-2024. Selama perhelatan pemilu di Pamekasan, alhamdulillah situasi politik berlangsung aman dan kondusif berkat kerjasama dan kekompakan semua pihak,” kata Kapolres Pamekasan, AKBP Teguh Wibowo, S.I.K.
Selain itu, pihaknya mengapresiasi semua elemen masyarakat di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam, khususnya para pihak terkait yang menunjukkan sikap dan kedewasaan dalam berpolitik. “Tidak kalah penting kami sampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Pamekasan, karena sudah bersama mewujudkan Pamekasan yang aman, damai dan kondusif selama pelaksanaan pemilu,” ungkapnya.
Pihaknya menjelaskan menjelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, situasi tetap berlangsung aman dan kondusif khususnya di Kabupaten Pamekasan. Namun berbagai kemungkinan sangat penting di antisipasi demi mewujudkan kamtibmas.
“Seperti kita ketahui bersama, menjelang pelantikan dan pengambilan sumpah presiden dan wakil presiden situasi kamtibmas di ibu kota mengalami peningkatan ekskalasi. Bahkan hal itu terjadi sejak menjelang pelantikan anggota DPR RI, beberapa waktu lalu,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat instansi yang dipimpinnya mencoba untuk meminimalisir sekaligus mengantisipasi berbagai kemungkinan yang ada. “Situasi ini tidak menutup kemungkinan bakal berlanjut pada pelantikan presiden dan wakil presiden, terlebih kondisi tersebut bisa menjadi momentum bagi pihak oposisi. Sehingga dapat memunculkan ancaman faktual yang dapat merugikan kesatuan dan persatuan bangsa,” imbuhnya.
“Dari itu kami berharap situasi menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden berlangsung aman, damai dan kondusif. Khususnya di kabupaten Pamekasan, agar selalu terjalin rasa persatuan dan persatuan demi kedaulatan NKRI,” pungkasnya.