Polres Pamekasan – Kepolisian Resort (Polres) PamekasanMadura, Jawa Timur berhasil mengungkap dan membekuk 24 tersangka tindak kejahatan penyalahgunaan narkoba jenis sabu, Senin (9/3/2020).

24 tersangka itu ditangkap di enam kecamatan berbeda di Kabupaten Pamekasan dengan operasi penangkapan yang berlangsung selama 32 hari, terhitung dari tanggal 4 Februari 2020 hingga 6 Maret 2020.

Di antara jumlah tersangka itu terdapat satu tersangka perempuan yang kedapatan memakai sabu. Dari 24 tersangka tersebut terdiri dari 10 pemakai dan 14 pengedar.

Mereka ditangkap berdasarkan 12 ungkap kasus.

Selain menahan 24 tersangkaPolres Pamekasan juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya berupa sabu seberat 26.85 gram, seperangkat alat isap, rokok, korek, ponsel milik para tersangka dan 88 butir pil ‘Y’.

Ke-24 tersangka itu diantaranya, Joko Supriyanto (23), Moh Idrus (19), Zainul Fatah (28), Molyadi (46), Khairul Umam (29), Misnaton (43), Moh. Danil Rahman (22), Dony Condro Dwidodo, Tomi Asrus (27), Rudy Setiawan (25), Nurjannah Binti Husin (45), Karno Masyhurat (41), Moh Mahbub Bin Abd Aziz (19), Muslim (55), Abd Holik (27), Erliansyah (34), Samsul Arifin (32), Ach. Mufek (24), Moh. Erfan (21), Dwi Prasetyo (42), Abdullah (42), Herman Felani (35), Nailur Rahman (40), Badrud Tamam (22).

Ke-24 tersangka tersebut berasal dari tiga kabupaten berbeda di Madura, yakni dari SumenepSampang dan Pamekasan.

Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari, S.I.K., M.M. mengatakan, 24 tersangka yang diamankan Satresnarkoba ini merupakan pengedar dan pemakai.

Untuk para pengedar, kata dia kedapatan tertangkap saat ingin membawa sabu yang akan dijual kepada pembeli dalam bentuk poket kecil.

Sedangkan untuk pemakai, para tersangka ini kedapatan tertangkap saat memakai di dalam rumahnya.

“Saat dilakukan penangkapan, dari ke 24 tersangka itu ada juga yang ditangkap di dalam rumah dan di jalan raya,” katanya saat konferensi pers di aula Bhayangkara Polres Pamekasan.

Mantan Kasubdit 2 Ditreskrimum Polda Jatim itu juga menyebut, berdasar pengakuan tersangka, mereka mendapat barang haram itu dari tersangka lain yang juga berada di wilayah Madura.

Saat ini, kata  AKBP Djoko Lestari, S.I.K., M.M. para tersangka yang masih berkeliaran tersebut masih dalam proses pengejaran dan penyelidikan.

“Kebanyakan pengedarnya dari Pamekasan,” bebernya.

Tidak hanya itu, AKBP Djoko Lestari juga mengutarakan, motivasi para tersangka tersebut memakai sabu hanya dibuat untuk bersenang-senang dan ada pula untuk mencari keuntungan.

Pihaknya juga menyebut, dari 24 tersangka tersebut ada satu tersangka yang residivis dan tersangka lainnya pelaku baru.

Lebih lanjut, AKBP Djoko Lestari mengutarakan sudah melakukan upaya pencegahan sejak dini untuk memerangi dan memberantas adanya peredaran narkoba di wilayah Pamekasan.

Hal itu, kata dia dimulai dari langkah preemtiv hingga preventif dengan cara menerjunkan langsung para personel Bhabinkamtibmas di setiap jajaran Polsek agar memberikan sosialisasi dan mendengungkan langsung kepada masyarakat serta kepada para pemuda tentang bahayanya narkoba.

“Supaya apa yang kita lakukan bersama ini dengan saling bersinergi bisa mencegah dan mengantisipasi adanya peredaran narkoba di Pamekasan. Ke depan kami akan terus memberantas dan memerangi narkoba,” janjinya.

Perlu diketahui, tersangka penyalahgunaan narkoba tersebut dijerat Pasal 112 (1) sub 114 (1) dan 127 (1) UU No, 35 Th. 2009, tentang Narkotika serta ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun penjara sampai seumur hidup.

Sementara untuk tersangka kasus Pil Logo Y dikenakan Pasal 196 jo 98 (2) UURI No.36 Th 2009 tentang Kesehatan, serta ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun sampai seumur hidup.