PAMEKASAN- Tim Opsnal Satreskrim Polres Pamekasan, Madura berhasil menangkap Syawal Hidayat (28), warga Jalan Wilis Sampang pelaku pencurian mobil Toyota Agya milik pegawai Bank BTN Pamekasan.

Syawal ditangkap di Jalan Syuhada Kelurahan Dalpenang, Kabupaten Sampang, Senin (11/05/2020) sekitar pukul 23.30 WIB.
Kapolres Pamekasan, AKBP Djoko Lestari mengatakan, pelaku mencuri mobil Toyota Agya berwarna putih Nopol L 1721 TG milik Khabibah Junaistian di parkiran khusus penghuni kos di Jalan Stadion Gg V No 31 Kelurahan Barurambat Kota, Pamekasan, Senin (11/05/2020) sekira pukul 19.00 WIB.
Kapolres dalam konferensi pers menjelaskan kronologis pencurian mobil tersebut.

Awalnya, karyawati sebuah bank pemilik mobil tersebut sekira pukul 08.00 WIB berangkat kerja ke kantornya tanpa mengendarai mobilnya.

Memang sudah biasa, ketika korban tidak membawa mobil ke kantornya, mobilnya diparkir di parkiran khusus yang bersebelahan dengan tempat kosnya.

Sekitar pukul 19.00 WIB, korban pulang kerja dan langsung menuju ke kamarnya yang berada di lantai dua. Setiba di depan kamarnya, korban langsung terkejut, lantaran melihat kondisi pintu kamarnya sudah dalam keadaan tidak terkunci namun tertutup rapat.

Lalu, korban langsung mengecek semua barang berharga miliknya yang berada di dalam kosnya. Korban juga mengecek laci yang dijadikan tempat biasa dirinya meletakkan kunci mobilnya, ternyata, kunci mobilnya hilang. 

Seketika itu juga korban langsung mengecek ke parkiran khusus yang bersebelahan dengan tempat kosnya. Mobilnya sudah raib dicuri oleh maling. Malam itu juga korban langsung melapor ke Mapolres Pamekasan.

“Kami langsung menindaklanjuti dengan melakukan olah TKP dan kami memperoleh sejumlah informasi perihal keberadaan pelaku,” kata AKBP Djoko Lestari.

“Malam itu juga kami langsung kejar si pelaku dan akhirnya berhasil kita amankan saat sedang mengendari mobil hasil curiannya itu,” ungkapnya.

Kapolres menjelaskan, saat anggotanya mengamankan barang bukti mobil hasil curian tersebut dari tangan pelaku, keadaan plat nomornya sudah dalam kondisi ditutup dengan sticker.

Berdasar pengakuan pelaku, sebelum melakukan aksinya, ia pada pagi harinya berpura-pura untuk mencari kosan di TKP. Pada saat itu juga, dijadikan kesempatan pelaku untuk melihat situasi sekitar. Lalu pada malam harinya pelaku memulai aksinya untuk mencuri.

“Pelaku memakai kunci palsu untuk membuka kamar korban. Si pelaku ini berhasil mengambil kunci mobil dan kunci cadangannya juga dibawa semua,” jelasnya.

“Saat kunci itu diremot oleh pelaku, salah satu kendaraan mobil yang diparkir di samping kos tersebut ada yang berbunyi dan langsung dibawa kabur oleh pelaku. Waktu itu kos dalam keadaan sepi,” jelasnya.

Kapolres juga mengungkapkan, pelaku pencurian mobil ini adalah seorang residivis (mantan narapidana) yang sebelumnya juga pernah divonis dalam perkara penjambretan dan sudah bebas sejak tahun 2016.

Kapolres menyampaikan, saat dilakukan penangkapan pelaku sempat kabur dan melawan anggotanya, sehingga anggotanya mengeluarkan tembakan peringatan sebanyak tiga kali.

Namun pelaku tidak menghiraukan, sehingga dengan terpaksa dilakukan tindakan tegas terukur dengan melakukan penembakan sebanyak satu kali yang mengenai betis kaki kirinya yang mengakibatkan pelaku saat itu langsung terjatuh.

Pelaku langsung dilarikan ke Poliklinik Sampang untuk dilakukan perawatan medis sementara.

“Pelaku dan barang buktinya sudah kami amankan untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut. Pelaku dikenai pasal 363 ayat (1) ke 3, 4 Jo 56 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun,” pungkasnya.