POLSEKWAU.POLRESPAMEKASAN, Waru Barat –  Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, UPT Pusat Kesehatan Hewan Dan Pos Inseminasi Buatan Wilayah-I Waru, Kabupaten Pamekasan, menggelar musyawarah dengan para pengusaha Jagal Sapi yang ada di pasar Polowijo Waru dengan maksud dan tujuan akan memperketat proses penyembelihan hewan yang dilakukan sejumlah rumah potong hewan termasuk pasar daging. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Sebab kejadian awal penyebaran virus corona di Wuhan, China, diduga berasal dari pasar kan daging hewan.

TRIBRATANEWS.POLRESPAMEKASAN.ID

“Kita sudah membuat tim kesehatan hewan untuk sidak ke pasar. Aturan pemotongan sapi tujuannya adalah penertiban, agar tatanan akan lebih baik,
ijin usaha dari Disperindag diwilayah Kecamatan Waru sudah dimiliki sekitar sepuluh orang, para beliau jugu turut hadir saat ini sebagai undangan,” ujar Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan Dan Pos Inseminasi Buatan Wilayah-I Waru, Bapak Rudi Haryanto, S.Pt. M.Agr, saat memuli rapat musyawarah di balai Kecamatan Waru, Rabu (20/05/2020).

Hadir dalam acara tersebut antara lain ; Kapolsek Waru AKP Akh.Jauhari Anwar, S.H., Danramil 10/0826 Waru Kapt.Inf Chb.Heri Mulyono, Kepala UPT Pusat Kesehatan Hewan Dan Pos Inseminasi Buatan Wilayah-I Waru Rudi Haryanto, S.Pt. M.Agr., Kasi Pemdes H. Joko Suryadi, S.H., Plt. Kepala Pasar Polowijo Waru, Sukiman beserta undangan sekitar dan pengusaha jagal sapi yang ada diKecamatan Waru.

Para juragan jagal sapi harus memotong hewan di rumah pemotongan hewan (RPH), “ada surat pemotongan serta stempel tidak boleh memotong di rumah, apabila ditemukan akan dikenakan denda, namun apabila daging sdh masuk pasar itu tagung jawabnya kepala pasar.” Imbuh Rudi Haryanto.

Sanada dengan Kepala UPT Puskeswan, Plt. Kepala Pasar Polowijo Waru Sukiman, rupanya memberikan ketegasan bahwa pedagang harian atau pedagan tahunan yang tidak mempunyai SIUP juga tidak diperbolehkan memotong hewan di RPH dan berjualan dirumah atau dipingir jalan raya Pasar Waru, “Karena akan menimbulkan kerumunan warga yang memungkinkan penyebaran Virus Corona.” Ucapnya dalam rapat musyawarah itu.

Kemudian dari hasil rapat musyawarah tersebut, ditetapkan bahwa untuk pemotongan hewan ternak daging diwilayah Kecamatan Waru akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 22 Mei 2020, sedangkan untuk para pedagang daging yang punya kios didalam pasar Polowijo Waru boleh jualan sesuai aturan dari desperindag.

Kegiatan musyawarah juga diisi dengan arahan dari Kapolsek Waru Polres Pamekasan, AKP Akh. Jauhari Anwar, S.H. yang mengungkapkan bahwa, permasalah tehnik RPH serta penjualan daging sapi jelang lebaran tahun 2020 ini juga akan menjadi pengawasan Polsek bersama Koramil, “hal ini menyangkut masalah stabilitas perekonomian dan ketahanan pangan ditengah Penademi Covid-19 yang harus tetap stabil,sehingga tidak menimbulkan gangguan kamtibmas, karena tatanan yang sudah diatur oleh Disperindag itu harus dilaksanakan, untuk mengantisipasi terjadi adanya penipuan jual daging palsu dan memotong yang menyalahi aturan dengan menyembelih sapi yang sedang produktif, misalnya.” pungkas Kapolsek diakhir acara.

Kegiatan musyawarah pemotongan hewan ternak untuk pasar daging tersebut berakhir sekitar pukul 11.36 WIB, dengan mematuhi prosedur protokol Cegah Covid-19, situasi berjalan lancar, aman dan tertib.

(Humas Polsek Waru-Pamekasan/as)