Polsekpegantenan| Polrespamekasan – Harlah Pagar Nusa ke 34th ini dilaksanakan di kampung durian desa tebul timur kec pegantenan kab pamekasan,Minggu (2/2/20).
Hari lahirnya Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa,dibawah naungan NU yang bergerak di bidang ilmu bela diri telah mengalami banyak perkembangan yang signifikan. Baik dalam pengabdiannya kepada ulama, bangsa, dan negara, juga dalam dunia keatletan.

Pagar Nusa sendiri didirikan oleh almaghfurlah KH Muhammad Abdullah Maksum Jauhari (Gus Maksum), bersama para kiai dan tokoh persilatan yang lainnya. Berdirinya Pagar Nusa, tidak lepas dari restu Kiai-kiai NU.

Polsek pegantenan dalam hal ini ,memberikan pengamanan sekaligus mengikuti rangkaian acara “Ngaji Kitab” bersama Dr. kh. Kholilurrahman,S.H.,Msi. Di pelataran wana wisata kampung durian.

Disela kegiatan kapolsek pegantenan polres pamekasan AKP H.Junaidi ,S.H , Melalui Wakapolsek pegantenan IPDA H. Heri Siswanto,S.H., mengatakan sesungguhnya, embrio Pagar Nusa sudah ada dan terlahir jauh sebelumnya.
Para pendekar santri sangat berperan penting dalam masa pra dan pasca NU berdiri, juga kemerdekaan ini,kontribusi untuk bangsa dan negara sudah tidak diragukan lagi, dengan dukunga dan restu para kyai inilah mampu menjadikan pagar Nusa sendiri bisa bertahan hingga sekarang,yang terpenting kedepannya bagaimana mewujudkan kemandiriannya serta adalah meneguhkan diri sebagai pagar NU dan NKRI.

Dalam urusan pencak silat bukan hanya ada tradisi ,tetapi juga harus berprestasi,seperti saat ini atlit pencak silat sudah di gaungkan di dunia,maka kehadiran pagar Nusa yang menjadi penjaga NU dan NKRI harus dikenal oleh kancah internasional ,Jelas Wakapolsek.

Kemampuan fisik akan menjadi petaka apabila tidak di imbangi denga pengetahuan agama,maka menjadi hal yang luar biasa harlah kali ini ,dilaksanakan dengan mengaji kitab bersama ulama,imbuhnya.

Namun, terlepas dari itu semua, kita harus selalu teguhkan niat dan upaya kita. Untuk berkhidmat kepada ulama dan bangsa. Mari kita lawan terus para perongrong bangsa,yang saat ini marak melalui berita hoax,ujaran kebencian, radikalisme hingga terorisme,yang semuanya sudah memainkan agama sebagai framming yang mengarah pada RAS.
Mari kita syukuri Harlah pagar nusa ini, Berkhidmat kepada Ulama,tanpa menabrak aturan negara ,serta bersilat dalam menjaga NKRI baik melalui prestasi,maupun melawan radikalisme,tutur wakapolsek (red/hms).