Polsek Palengaan – Ancaman penyebaran paham radikal terorisme di Indonesia memang harus terus diwaspadai dan diantisipasi melalui tindakan pencegahan. Sehingga, paham yang masuk tidak berlanjut menjadi aksi. Tak terkecuali seperti upaya tangkal radikalisme yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Palengaan Daya Polsek Palengaan Polres Pamekasan Bripka Eko Budi Haryono yang melakukan pendekatan persuasif kepada warga masyarakat maupun kelompok masyarakat lewat program sambangnya.Sabtu (14/03/2020).

Pada siang hari, Bripka Eko Budi Haryono berdialog menyampaikan pesan Kamtibmas kepada warga masyarakat dan beberapa warga. Pada kesempatan tersebut Bripka Eko Budi Haryono menyampaikan himbauan kamtibmas agar meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekitar guna mencegah tumbuh dan berkembangnya kelompok faham radikalisme di lingkungan warga.

Radikalisme adalah suatu sikap mendabakan perubahan secara total dan bersifat revolusioner dengan menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada secara dratis lewat kekerasan  dan aksi-aksi yang ekstrem.

Kapolsek Palengaan Iptu Sri Sugiarto menyikapi hal tersebut dan memerihtahkan personelnya untuk langsung terjun ke masyarakat untuk memberikan himbauan tentang paham Radikalisme dan Paham Terorisme.Tugas ini yang dikedepankan adalah fungi Bhabinkamtibmas untuk terjun dan berbaur langsung dengan semua lapisan masyarakat.

Selain itu ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah paham radikalisme dan terorimse yang berkembang dimasyarakat (dikutip dari Pensat Divisi Humas Polri) antara lain yaitu memperkenalkan ilmu pengetahuan, memberikan pemahaman keilmuan yang benar, berikan pemahaman yang benar tentang nilai-nilai Pancasila, meminimalisir kesenjangan sosial, menjaga persatuan dan kesatuan, mendukung aksi perdamaian dan berperan aktif mencegah masuknya paham radikalisme dan terorisme.

“guna menerapkan program Polri demi keutuhan NKRI, program sambang yang di laksanakan oleh para Bhabinkamtibmas untuk tangkal radikalisme menyasar kelompok kelompok masyarakat agamis, pelajar dan unsur pemerintahan, serta untuk waktu tempat tidak tentu” jelas Bripka Eko Budi Haryono.