Polsekpegantenan| PolresPamekasan- Kapolsek pegantenan polres pamekasan AKP H Junaidi SH didampingi Kanit IK Aiptu Winardi melaksanakan kegiatan himbauan dan edukasi kamtibmas kepada masyarakat dalam rangka mencegah paham radikalisme dan intoleransi di desa bulangan haji kec pegantenan kab pamekasan,Rabu 24/2/2021.

Bulangan haji yang dipimpin oleh kades Ach. Zaini ini menjadi ikon kampung tangguh semeru dan percontohan sebagai desa aman dan tanggap penanganan covid19,dan diharapkan menjadi masyarakat yang tangguh dalam Kamtibmas , ketahanan pangan ,ketahanan kesehatan dan ketahanan ekonomi , Selasa (18/07).

Dalam kegiatan sambang ini Kapolsek pegantenan memberdayakan anggota FKPM (Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat) yang ada dalam rangka menangkal paham adanya pengaruh paham radikalisme maupun intoleransi di wilayah hukum polsek pegantenan khususnya desa bulangan haji sendiri.

H. Junaidi di hadapan kades bulangan haji dan anggota FKPM menyampaikan bahwa paham Radikalisme sekarang sudah tersebar diseluruh pelosok daerah, untuk itu diharapkan kepada masyarakat agar jangan mudah terpengaruh dengan Ormas yang dapat memecah NKRI.

“Tak hanya itu, pelaksanaan tugas-tugas dan fungsi FKPM ialah sebagai forum kemitraan untuk menyelesaikan masalah-masalah sosial aspek kamtibmas yang ada di desa, dengan maksud agar masyarakat dapat menyelesaikan sendiri masalahnya dan tidak berkembang menjadi masalah yang besar, atau menjadi konflik sosial,yang dibantu oleh bhabinkamtibmas dan Babinsa yang ada pada tiap tiap desa”, ungkap Kapolsek.

Kapolsek menuturkan bahwa mereka para penyebar paham radikalisme hingga terorisme terus berupaya mencari celah sebagai pintu masuk untuk merekrut para pengikutnya dari segala aspek,banyak isu hoax yang dilontarkan untuk memecah belah masyarakat agar tidak percaya pada pemerintahan yang ada.

Setiap isu hoax yang beredar terus di mainkan seolah olah adalah berita benar dan diterima baik oleh masyarakat. Meski begitu, polisi sebagai petugas kemanan juga tidak kalah sigap. Keberadaan jaringan terorisme justru berhasil diungkap dan sudah dilakukan penangkapan.

Oleh karena itulah polisi mengajak adanya peran aktif dari masyarakat untuk melakukan pencegahan.
Tokoh agama dan tokoh masyarakat harus bisa ikut memerangi paham radikalisme yang berkedok sebagai pejuang agama dan pembela rakyat tertindas,jelasnya.

“Butuh peran aktif masyarakat, untuk ikut memerangi paham radikalisme. Yang kita tolak pahamnya bukan orangnya, apalagi agamanya,karena dalam penindakan dan penegakan hukum yang kita proses adalah perbuatan yang bersifat ancaman kepada keamanan”.

Untuk itulah melalui kepala desa dan unsur yang ada di desa saya selaku Kapolsek pegantenan ini mengajak masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan.

“Mayarakat harus ikut mengawasi. Kalau ada yang orang asing yang memasuki wilayah desa bulangan haji ini wajib melaporkan diri dengan identitas atau keterangan lain,,dan apabila ditemukan seruan untuk ajakan jihad maupun penyebaran paham radikalisme agar segera dilaporkan ke polsek pegantenan, ungkap kapolsek”.
(hms).